Dua Band Indie Terkenal Di Indonesia

Industri musik di Indonesia sepertinya patut berbangga diri. Musik-musik di Indonesia merupakan salah satu seni yang banyak disukai dan dinanti-nanti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia selalu menanti kejutan baru yang diberikan oleh anak-anak negeri untuk menghidupkan musik-musik Indonesia ditengah-tengah semaraknya musik-musik barat.

Salah satu contohnya adalah musik indie yang berkembang di Indonesia. Walaupun hanya sebatas musik Indie, namun ternyata penggemar dan pendengar musik indie Indonesia tidak bisa dianggap sepele. Musik Indie sangat akrab ditelinga para remaja Indonesia zaman sekarang, berdampingan dengan musik-musik barat. Banyak band-band indie yang bermunculan di Indonesia. Dua diantaranya adalah Efek Rumah Kaca dan Banda Neira yang merupakan band Indie dengan jumlah penggemar yang banyak.

Efek Rumah Kaca

efek rumah kaca

Efek Rumah Kaca merupakan salah satu band indie yang ada di Indonesia. Band ini merupakan salah satu band dengan lagunya yang khas. Kekhasan lagu dari Efek Rumah Kaca ini dapat tercermin dari lirik-lirik lagu yang mereka ciptakan. Jika kebanyakan band akan menciptakan lirik lagu mengenai kehidupa dan kisah cinta, namun lain halnya dengan band yang satu ini.

Lagu-lagu mereka didominasi oleh cerita-cerita yang terjadi dimasyarakat, terlebih lagi mengenai kehidupan sosial, kenalakan remaja, dan yang lainnya. Liriknya yang beda daripada yang lain inilah membuat lagu Efek Rumah Kaca memiliki porsinya sendiri dihati para pendengarnya. Sebelum dikenal dengan sebutan Efek Rumah Kaca, band ini pernah dua kali berganti nama, yang pertama adalah Hush dan yang kedua adalah Superego.

Hush lahir pada tahun 2001 dan Efek Rumah Kaca lahir pada tahun 2005. Banyak orang yang bertanya-tanya, apa definisi, latar belakang, maupun maksud dan tujuan pemberian nama band yang cenderung unik ini. Sejauh ini, Efek Rumah Kaca telah mengeluarkan tiga buah album, yaitu Efek Rumah Kaca, Kamar Gelap, dan Sintesia.

Pada Album yang kedua, yakni Kamar Gelap, Efek Rumah Kaca mendapatkan penghargaan berupa The Best Album pada Cutting Edge Music Awards tahun 2010. Di album Kamar Gelap ini, terdapat 3 single yang paling populer, yakni Kenakalan Remaja di Era Informatika, Mosi Tidak Percaya, dan Balerina. Lagu Efek Rumah Kaca yang berjudul Sebelah Mata pernah viral di media sosial karena dijadikan Soundtrack atas aksi-aksi protes yang menuntut keadilan terhadap kasus Baswedan.

Banda Neira

Siapa yang tidak kenal dengan Rara dan Badudu? Ya, Rara dan Badudu merupakan dua personel Band Banda Neira. Walaupun hanya berdua dan lebih cocok untuk disebut sebagai duet, namun mereka tetap keukeuh menyebut mereka sebagai anggota Band Banda Neira. Banda Neira merupakan salah satu band indie yang muncul pada industri musik Indonesia.

rara dan badudu

Musik Banda Neira ini merupakan musik yang lebih mengutamakan lirik dan feeling. Hal ini dikarenakan tidak banyak alat musik yang digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Banda Neira ini. Lagu-lagu Banda Neira merupakan lagu-lagu yang penuh dengan ketenangan, oleh karena itu, sangat cocok jika diputarkan pada kafe-kafe maupun tempat nongkrong lainnya.

Latar belakang terbentuknya Banda Neira adalah mutlak karena sebuah keisengan semata. Tidak ada persiapan khusus, bahkan ekspektasi mengenai respon pendengar terhadap lagu-lagu mereka. Namun, tak disangka, lagu-lagu tanpa persiapan itu disambut baik ditelinga para pendengar. Sejak saat itu, mereka menjadi terkenal dan mulai serius untuk menggarap album mereka.

Namun sayangnya, pada tahun 2018 ini, kedua personel mengumumkan suatu berita sedih, yakni keputusan akan bubarnya Banda Neira pada tahun 2018. Tahukah Anda, bahwa Banda Neira merupakan nama sebuah pulau yang ada di Indonesia?

Post Author: Pearl Hamilton